Sunday, March 1, 2015

DESA WISATA KREATIF KENEP SUKOHARJO JAWA TENGAH




Mengenal Desa Wisata Kreatif
Kenep Sukoharjo

Kenep merupakan kelurahan yang ada di Sukoharjo yang terkenal dengan keanekaragaan potensi Kreatif. Keaslian alam dan sumberdaya memberikan manfaat bagi produk wisata, termasuk desa wisata Kenep. Keaslian yang utama adalah kualitas, keorsinilan, keunikan, khas daerah dan kebanggaan daerah Kenep. Keaslian itu dapat terwujud pula melalui gaya hidup dan kualitas hidup masyarakat Kenep dan secara khusus berkaitan dengan perilaku integritas, keramahan dan kesungguhan penduduk yang tinggal dan berkembang menjadi masyarakat daerah tersebut. Keaslian juga dipengaruhi oleh keaslian ekonomi, fisik dan sosial daerah pedesaan tersebut misalnya warisan budaya, pertanian, bentangan alam, jasa dan yang paling penting adalah peristiwa sejarah dan budaya dari daerah itu.
Perubahan sosial yang luas mendorong tumbuhnya layanan wisata yang makin beragam jenis, bentuk dan sifatnya, karena tumbuhnya permintaan layanan wisata. Perlu kita sadari bahwa berwisata menjadi bagian kebutuhan hidup yang makin luas bagi manusia dan masyarakat saat ini dan ke depan.  Obyek dan daya tarik Desa wisata Kenep sebagai bentuk alternatif, wisatawan mengunjungi obyek wisata utama, mereka menginginkan lebih banyak beragam obyek dan daya tarik wisata lainnya. Saat ini di daerah  Kenep Sukoharjo dikembangkan desa-desa wisata oleh usaha kreatif masyarakat.  Mereka menawarkan berbagai jenis dan bentuk atraksi dan daya tarik wisata yang mereprentasikan sifat obyek dan daya tarik pariwisata bernuansa alamiah. Bilamana desa wisata Kenep dikembangkan, maka desa wisata ini harus memiliki manfaat terhadap: Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, Pemberdayaan Sosial Budaya dan Pemberdayaan Lingkungan Desa wisata.
            Wilayah desa wisata Kenep memenuhi syarat sebagai desa wisata yang bermanfaat diantaranya, dalam efektivitas pemberdayaan ekonomi rakyat. Berupa pengrajin kuliner khas yang berkembang di desa Kedunggudel  kelurahan Kenep yaitu rambak, jenang dan wingko babat. Banyak tersebar pengusaha-pengusaha kecil yang berdampingan menjadikan wingko babat, rambak dan jenang sebagai peluang bisnis yang menjanjikan terdapat 5 orang pengrajin jenang dan sekitar 10 orang pengrajin rambak. Sebagai usaha yang turun menurun dan menjanjikan, membuat masyarakat sekitar terus mengembangkan usaha pembuatan wingko babat, rambak dan jenang. Tak heran jika para pengunjung diwilayah Kenep sering menjajakan makanan-makanan tradisional tersebut sebagai makanan khas buatan Kenep.
            Pengrajin Batik tulis, banyak keunikan pengrajin batik tulis di Kedunggudel. Batik tulis ini memiliki hasil yang lebih bagus dan lebih berkualitas dibanding batik-batik yang dihasilkan ditempat lain. Tanpa menggunakan mesin, hanya dengan menggunakan canting dan keuletan tangan mereka bisa menghasilkan sebuah karya yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dengan adanya pengusaha-pengusaha batik tulis yang yang masih membutuhkan tenaga kerja manusia, menjadikan batik sebagai salah satu tumpuan lapangan kerja warga di kedunggudel kelurahan Kenep.
Selain kuliner dan batik tulis terdapat wisata religi dengan keberadaan Masjid Darussalam yang termasuk satu di antara 3 masjid tertua yang merupakan cagar budaya di lingkungan Surakarta. Masjid Darussalam, diketahui masjid ini di bangun sejak tahun 1730 oleh Kyai Lombuk, Santri Sunan Kalijogo.  Bentuk bangunannya tidak ada bedanya dengan Masjid Demak. Hingga saat ini  Masjid Darussalam banyak di kunjungi peziarah dari luar Sukoharjo. Datangnya para peziarah pada event-event tertentu menjadikan omset penting bagi warga Kenep sekitarnya. Keuntungan berlimpah menjajakan makanan khas tradisional dan batik tulis mereka dapatkan.
Terkait dengan industri ekonomis kuliner, batik tulis dan tempat bersejarah yang berkembang pesat. Diperlukan pemberdayaan sosial budaya sehingga  mendorong seorang seniman Kenep memunculkan industri kreatif baru yaitu Sanggar seni untuk para remaja desa Kenep, Sukoharjo. “Dari sisi industri ekonomis desa Kenep sudah sangat maju dan kreatif, maka perlu dikemanbangkan industri seni agar tidak hanya desanya yang maju namun para warganya khususnya pemuda di desa juga harus lebih kreatif sebagai upaya meningkatkan kreatifitas dan  memerangi kebodohan” ujar Untung seorang seniman Kenep.
Karena menyadari minimnya kegiatan yang dapat menampung minat, bakat, dan kreatifitas anak-anak maupun remaja di bidang seni khususnya, membuat remaja tergerak untuk mendirikan sanggar seni yang dapat menampung kreatifitas mereka, sekaligus sebagai wahana untuk bersilahturahmi, bertukar pengalaman, berlatih dan berkarya di bidang seni sehingga dapat memproduksi karya-karya berbobot yang tentunya mengedepankan “budi pekerti luhur”.
Ada 5 rencana program kegiatan yang dia buat dalam “Sanggar Clemot” diantaranya bidang lukis, bidang musik, bidang tari, bidang teater, dan bidang sastra.
Dari seni lukis akan dikembangkan bakat para remaja yang berdomisili diwilayah kelurahan kenep dalam bidang lukis, guna melukis untuk mengabadikan pemandangan serta aktifitas pengrajin yang unik dan indah. Diwilayah  kelurahan kenep seperti sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, Kalimati, Mesjid Darussalam, industri rumah tangga.
Seni Tari, Seni tari akan dikembangkan lewat penyajian-penyajian tari tradisional dan tari dolanan, guna mengasah kreatifitas dan mengembangkan budaya yang mulai punah dan tergerus oleh budaya baru seperti: tarian-tarian modern yang kurang mendidik anak-anak dan remaja di wilayah kelurahan Kenep. Diharapkan dengan adanya seni tari yang telah terwadahi dalam sebuah sanggar dapat memperkenalkan serta melestarikan budaya bangsa Indonesia.
Seni Teater, Seni teater mengembangkan bakat akting yang yang dimiliki remaja dengan mengangkat skenario yang menceritakan kehidupan warga Kenep. Selain digunakan sebagai pembelajaran teater juga bisa digunakan sebagai ilustrasi dokumentasi kegiatan warga Kenep dimasa kini untuk dikenang dimasa mendatang.
Seni Musik, Seni musik dikembangkan sanggar ini didalamnya tidak hanya dikenalkan dengan musik modern namun musik tradisional akan lebih ditojolkan karena selain digunakan untuk menambah ilmu, lebih ditekankan sebagai pemahaman pelestarian budaya daerah terutama musik tradisional seperti gamelan.
Terakhir Seni sastra, didalam seni sastra para remaja lebih ditekankan pada pembuatan karya ilmiah yang memuat mengenai keadaan desa. Ada berita kampung, jurnal kampung dan masih banyak tulisan-tulisan lainnya yang memuat tentang keadaan desa Kenep.
Dari kelima rencana program akan di kelola oleh orang yang berkompeten dibidangnya, tidak perlu mencari orang kompeten diwilayah lain karena di wilayah Kenep pula yang menciptakan orang-orang berkompeten. Dengan tangan ringan baik remaja maupun dewasa yang memiliki kemampuan dibidangnya, masing-masing berbagi ilmu tanpa menarik biaya (free). Diharapkan agar semua anak khususnya di desa Kenep dapat berkreasi tanpa batas.
Begitulah pengembangan desa wisata Kenep masih beragam kondisinya, sajian aspek-aspek  layanan  wisata sudah memenuhi kriteria baku. Keadaan ini harus dikembangkan agar promosi dan pemasarannya bisa diperluas sasaran dan jangkauannya, agar calon wisatawan mendapatkan layanan wisata yang diinginkan. Kunjungan wisatawan ke desa-desa wisata khususnya Kenep, disamping berkunjung ke lokasi tujuan wisata utama; akan mendapatkan pengalaman dan wawasan pariwisata baru.

3 comments:

  1. www.youtube.com Kisah Sepanjang Perumahan

    ReplyDelete
  2. Perum Sritex Kenep Sukoharjo www.youtube.com

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete