Mengenal Desa Wisata Kreatif
Kenep Sukoharjo
Kenep
merupakan kelurahan yang ada di Sukoharjo yang terkenal dengan keanekaragaan
potensi Kreatif. Keaslian
alam dan sumberdaya memberikan manfaat bagi produk wisata, termasuk desa wisata
Kenep. Keaslian yang utama adalah kualitas, keorsinilan, keunikan, khas daerah
dan kebanggaan daerah Kenep. Keaslian itu dapat terwujud pula melalui gaya
hidup dan kualitas hidup masyarakat Kenep dan secara khusus berkaitan dengan perilaku
integritas, keramahan dan kesungguhan penduduk yang tinggal dan berkembang
menjadi masyarakat daerah tersebut. Keaslian juga dipengaruhi oleh keaslian
ekonomi, fisik dan sosial daerah pedesaan tersebut misalnya warisan budaya,
pertanian, bentangan alam, jasa dan yang paling penting adalah peristiwa
sejarah dan budaya dari daerah itu.
Perubahan sosial
yang luas mendorong tumbuhnya layanan wisata yang makin beragam jenis, bentuk
dan sifatnya, karena tumbuhnya permintaan layanan wisata. Perlu
kita sadari bahwa berwisata
menjadi bagian kebutuhan hidup yang makin luas bagi manusia dan masyarakat saat
ini dan ke depan. Obyek dan daya tarik
Desa wisata Kenep sebagai
bentuk alternatif, wisatawan mengunjungi obyek wisata utama, mereka menginginkan lebih banyak
beragam obyek dan daya tarik wisata lainnya. Saat ini di
daerah Kenep Sukoharjo dikembangkan desa-desa wisata oleh usaha kreatif
masyarakat. Mereka menawarkan berbagai
jenis dan bentuk atraksi dan daya tarik wisata yang mereprentasikan sifat obyek
dan daya tarik pariwisata bernuansa alamiah. Bilamana desa wisata Kenep dikembangkan, maka desa wisata
ini harus memiliki manfaat terhadap: Pemberdayaan
Ekonomi Rakyat, Pemberdayaan Sosial Budaya dan Pemberdayaan Lingkungan Desa
wisata.
Wilayah
desa wisata Kenep memenuhi syarat sebagai desa wisata yang bermanfaat diantaranya, dalam efektivitas pemberdayaan
ekonomi rakyat. Berupa pengrajin kuliner khas yang
berkembang di desa Kedunggudel kelurahan
Kenep yaitu rambak, jenang dan wingko babat. Banyak tersebar
pengusaha-pengusaha kecil yang berdampingan menjadikan wingko babat, rambak dan
jenang sebagai peluang bisnis yang menjanjikan terdapat 5 orang pengrajin
jenang dan sekitar 10 orang pengrajin rambak. Sebagai usaha yang turun menurun
dan menjanjikan, membuat masyarakat sekitar terus mengembangkan usaha pembuatan
wingko babat, rambak dan jenang. Tak heran jika para pengunjung diwilayah Kenep
sering menjajakan makanan-makanan tradisional tersebut sebagai makanan khas
buatan Kenep.
Pengrajin
Batik tulis, banyak keunikan pengrajin batik tulis di Kedunggudel. Batik tulis
ini memiliki hasil yang lebih bagus dan lebih berkualitas dibanding batik-batik
yang dihasilkan ditempat lain. Tanpa menggunakan mesin, hanya dengan
menggunakan canting dan keuletan tangan mereka bisa menghasilkan sebuah karya
yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dengan adanya pengusaha-pengusaha
batik tulis yang yang masih membutuhkan tenaga kerja manusia, menjadikan batik
sebagai salah satu tumpuan lapangan kerja warga di kedunggudel kelurahan Kenep.
Selain kuliner dan
batik tulis terdapat wisata religi dengan keberadaan Masjid Darussalam yang
termasuk satu di antara 3 masjid tertua yang merupakan cagar budaya di
lingkungan Surakarta. Masjid Darussalam, diketahui masjid ini di bangun
sejak tahun 1730 oleh Kyai Lombuk, Santri Sunan Kalijogo. Bentuk bangunannya tidak ada bedanya dengan
Masjid Demak. Hingga saat ini Masjid Darussalam banyak di kunjungi
peziarah dari luar Sukoharjo. Datangnya para peziarah pada event-event tertentu
menjadikan omset penting bagi warga Kenep sekitarnya. Keuntungan berlimpah
menjajakan makanan khas tradisional dan batik tulis mereka dapatkan.
Terkait dengan industri
ekonomis kuliner, batik tulis dan tempat bersejarah yang berkembang pesat. Diperlukan
pemberdayaan sosial budaya sehingga mendorong seorang seniman Kenep memunculkan
industri kreatif baru yaitu Sanggar seni untuk para remaja desa Kenep,
Sukoharjo. “Dari sisi industri ekonomis desa Kenep sudah sangat maju dan
kreatif, maka perlu dikemanbangkan industri seni agar tidak hanya desanya yang
maju namun para warganya khususnya pemuda di desa juga harus lebih kreatif sebagai upaya meningkatkan
kreatifitas dan memerangi kebodohan” ujar
Untung seorang seniman Kenep.
Karena menyadari minimnya
kegiatan yang dapat menampung minat, bakat, dan kreatifitas anak-anak maupun
remaja di bidang seni khususnya, membuat remaja tergerak untuk mendirikan
sanggar seni yang dapat menampung kreatifitas mereka, sekaligus sebagai wahana
untuk bersilahturahmi, bertukar pengalaman, berlatih dan berkarya di bidang
seni sehingga dapat memproduksi karya-karya berbobot yang tentunya
mengedepankan “budi pekerti luhur”.
Ada 5 rencana program
kegiatan yang dia buat dalam “Sanggar Clemot” diantaranya bidang lukis, bidang
musik, bidang tari, bidang teater, dan bidang sastra.
Dari seni lukis akan
dikembangkan bakat para remaja yang berdomisili diwilayah kelurahan kenep dalam
bidang lukis, guna melukis untuk mengabadikan pemandangan serta aktifitas
pengrajin yang unik dan indah. Diwilayah
kelurahan kenep seperti sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, Kalimati,
Mesjid Darussalam, industri rumah tangga.
Seni Tari, Seni tari
akan dikembangkan lewat penyajian-penyajian tari tradisional dan tari dolanan,
guna mengasah kreatifitas dan mengembangkan budaya yang mulai punah dan
tergerus oleh budaya baru seperti: tarian-tarian modern yang kurang mendidik
anak-anak dan remaja di wilayah kelurahan Kenep. Diharapkan dengan adanya seni
tari yang telah terwadahi dalam sebuah sanggar dapat memperkenalkan serta
melestarikan budaya bangsa Indonesia.
Seni Teater, Seni
teater mengembangkan bakat akting yang yang dimiliki remaja dengan mengangkat
skenario yang menceritakan kehidupan warga Kenep. Selain digunakan sebagai
pembelajaran teater juga bisa digunakan sebagai ilustrasi dokumentasi kegiatan
warga Kenep dimasa kini untuk dikenang dimasa mendatang.
Seni Musik, Seni musik
dikembangkan sanggar ini didalamnya tidak hanya dikenalkan dengan musik modern
namun musik tradisional akan lebih ditojolkan karena selain digunakan untuk
menambah ilmu, lebih ditekankan sebagai pemahaman pelestarian budaya daerah
terutama musik tradisional seperti gamelan.
Terakhir Seni sastra,
didalam seni sastra para remaja lebih ditekankan pada pembuatan karya ilmiah
yang memuat mengenai keadaan desa. Ada berita kampung, jurnal kampung dan masih
banyak tulisan-tulisan lainnya yang memuat tentang keadaan desa Kenep.
Dari kelima rencana
program akan di kelola oleh orang yang berkompeten dibidangnya, tidak perlu
mencari orang kompeten diwilayah lain karena di wilayah Kenep pula yang
menciptakan orang-orang berkompeten. Dengan tangan ringan baik remaja maupun
dewasa yang memiliki kemampuan dibidangnya, masing-masing berbagi ilmu tanpa
menarik biaya (free). Diharapkan agar semua anak khususnya di desa Kenep dapat
berkreasi tanpa batas.
Begitulah pengembangan desa wisata Kenep masih beragam kondisinya, sajian aspek-aspek
layanan wisata sudah memenuhi kriteria baku.
Keadaan ini harus dikembangkan agar promosi dan pemasarannya bisa diperluas sasaran dan
jangkauannya, agar calon wisatawan mendapatkan layanan wisata yang diinginkan.
Kunjungan wisatawan ke desa-desa wisata khususnya Kenep, disamping berkunjung ke lokasi tujuan wisata utama;
akan mendapatkan pengalaman dan wawasan pariwisata baru.
www.youtube.com Kisah Sepanjang Perumahan
ReplyDeletePerum Sritex Kenep Sukoharjo www.youtube.com
ReplyDeleteThis comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDelete